AFP ( accute Flaccid Paralysis )

Ø AFP dalam bahasa yang lebih mudah dipahami adalah semua penyakit yang mempunyai gejala lumpuh layuh yang bersifat mendadak, tanpa didahului oleh ruda paksa ( kecelakaan dan trauma lainnya ).

Ø Tujuan surveilans AFP adalah untuk membuktikan bahwa penyakit dengan gejala lumpuh layuh tersebut bukan disebabkan oleh virus Polio liar, yang diketahui dari hasil pemeriksaan spesimen tinja kasus di Balai Laboratorium Kesehatan Surabaya.

Ø Sasaran program surveilans AFP adalah kasus lumpuh layuh mendadak pada anak usia dibawah 15 tahun. Target penemuan kasus AFP sesuai standard SPM adalah 2 per 100.000 anak usia < 15 tahun. Untuk Kabupaten Banyuwangi target sasaran sebanyak 8 kasus setiap tahunnya.

Ø Semua kasus AFP harus dilaporkan secara dini ( kurang dari 14 hari kelumpuhan ) agar dapat segera diambil spesimennya dan dilakukan pemeriksaan spesimen di laboratorium.

Ø Pada setiap kasus AFP harus diambil 2 spesimen tinja dengan ukuran sebesar ibu jari orang dewasa dan dengan interval pengambilan minimal 24 jam. Penatalaksanaan spesimen tinja adalah disimpan dalam suhu 2 – 8°C di spesimen carrier dan dikirimkan ke BLK Surabaya untuk dilakukan konfirmasi laborat.

Ø Penatalaksanaan kasus sesuai dengan jenis penyakit dan diagnosa yang ditetapkan oleh dokter.