APA PERMASALAHAN PROGRAM PENANGGULANGAN PENYAKIT CAMPAK ?

Indonesia telah melaksanakan imunisasi campak lebih dari 20 tahun namun angka kesakitan dan kematian karena campak masih cukup tinggi, diperkirakan terdapat 1 juta penderita campak dan 30.000 kematian yang berkaitan dengan campak setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan data surveylans belum cukup akurat dalam mengarahkan kebijakan pelaksanaan imunisasi campak, karena banyak kasus campak yang tidak dicatat dan tidak dilaporkan.

APA YANG HARUS DILAKUKAN ?

Dengan mencatat setiap kasus campak ke dalam folmulir C1 dan melaporkan ke tingkat yang lebih atas secara berjenjang.

APA DEFINISI TERSANGKA KASUS CAMPAK ?

Penyakit Campak (Rubeola, Campak 9 hari, measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus.

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada.

Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD. Jika seseorang pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

APA PENYEBAB PENYAKIT CAMPAK ?

Campak, rubeola, atau measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular atau infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kurang lebih 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Campak disebabkan oleh paramiksovirus ( virus campak). Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: – bayi berumur lebih dari 1 tahun – bayi yang tidak mendapatkan imunisasi – remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

APA GEJALA PENYAKIT CAMPAK ?

Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa: – Panas badan – nyeri tenggorokan – hidung meler ( Coryza ) – batuk ( Cough ) – Bercak Koplik – nyeri otot – mata merah ( conjuctivitis )

2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.

Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

APA KOMPLIKASI DARI KASUS CAMPAK ?

Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:

  1. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah
  2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
  3. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.

BAGAIMANA CARA MENDIAGNOSA KASUS CAMPAK ?

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas.

Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan: – pemeriksaan darah, pemeriksaan darah tepi – pemeriksaan Ig M anti campak – Pemeriksaan komplikasi campak :

  • Enteritis
  • Ensephalopati,
  • Bronkopneumonia

BAGAIMANA TATALAKSANA KASUS CAMPAK ?

* Pengobatan simtomatik (antipiretik)

* Pemberian antibiotic bila ada komplikasi, bila berat segera dirujuk ke RS.

* Pemberian vitamin A dengan dosis sesuai umur kasus

BAGAIMANA CARA MENCEGAH PENYAKIT CAMPAK ?

Penyakit campak dapat dicegah dengan pemberian imunisasi campak yaitu pada anak usia 9 – 11 bulan dan pada saat anak duduk di kelas I SD.

APA PERAN PUSKESMAS ?

  • Setiap Kasus campak yang datang ke Puskesmas, harus dicatat dalam folmulir C1, laporkan setiap bulan ke Kabupaten.
  • Setelah itu tanyakan pada anak lain di sekitar penderita yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama, bila ada lakukan pelacakan
  • Bila terdapat lebih dari 5 penderita dalam 4 minggu berturut-turut mengelompok secara epidemiologis di wilayah puskesmas lakukan penyelidikan KLB menggunakan folmulir  C1 dan C2.

BAGAIMANA CARA PENGAMBILAN SPESIMEN DARAH PADA TERSANGKA KLB CAMPAK ?

  • Darah : Ambil 3 – 5 ml darah vena pada tersangka penderita campak sebelum 28 hari setelah timbul rash, menggunakan syring 5 ml. Diamkan dalam suhu kamar selama 1 jam. Ambil serum, masukan ke dalam tabung khusus. Lalu masukan ke dalam spesimen carier pada suhu 2 – 8 derajat celcius.
  • Segera kirim ke provinsi atau Laboratorium campak nasional

SUMBER

http://id.wikipedia.org/wiki/Campak

Departemen Kesehatan RI, leaflet “Peran peran Petugas Kesehatan dalam surveylan Campak “.

dan

sumber-sumber lainnya